RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, secara resmi telah memulai tahapan rekonstruksi Jembatan Kalibelo. Infrastruktur vital yang menjadi urat nadi penghubung jalur strategis Limpung–Tersono–Bawang ini menelan pagu anggaran sebesar Rp 8,4 miliar dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 3 November 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengonfirmasi bahwa tahapan penandatanganan kontrak kerja telah usai. Proses pengerjaan fisik di lapangan pun telah digulirkan secara bertahap sejak 8 Mei 2026.
“Alhamdulillah pada hari ini telah dilaksanakan kontrak untuk paket pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kalibelo. Insyaallah mulai besok tanggal 8 Mei 2026 akan mulai dikerjakan,” terang Endro saat memberikan keterangan resmi di Kantor DPUPR Batang, Selasa (12/5/2026).Bangun Jembatan Darurat Terlebih Dahulu
Baca Juga:Bye Uang Receh! Bayar Parkir di Pekalongan Bakal Pakai QRIS Mulai 1 Juni, Uji Coba di 2 Lokasi IniDugaan Bullying, Bocah di Batang Luka Parah Tersiram Bensin, Keluarga Resmi Lapor Polisi
Guna memastikan mobilitas perekonomian dan aktivitas warga tidak lumpuh total selama masa pengerjaan, DPUPR telah merancang skema rekayasa lalu lintas dengan membangun infrastruktur sementara.
“Yang pertama adalah jembatan daruratnya dulu, nanti setelah jadi baru akan dikerjakan jembatan utama,” urai Endro menjelaskan tahapan konstruksi.
Spesifikasi Jembatan Baru Diperluas
Langkah rekonstruksi total ini diambil lantaran kondisi jembatan eksisting dinilai sudah tidak lagi mumpuni untuk menampung eskalasi volume kendaraan yang terus meningkat di wilayah selatan Batang. Selain faktor usia dan keamanan, pelebaran ini bertujuan untuk memperlancar rantai distribusi barang dan mobilitas masyarakat luas.
Nantinya, wajah baru Jembatan Kalibelo akan memiliki spesifikasi yang jauh lebih tangguh. Bangunan baru ini dirancang dengan dimensi panjang 45 meter dan lebar mencapai 9,6 meter. Spesifikasi tersebut meningkat drastis dibandingkan jembatan lama yang hanya memiliki panjang 30 meter dengan lebar 5 meter.
“Dengan rekonstruksi ini, kapasitas jembatan akan lebih besar dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” jelasnya merinci keunggulan jembatan baru.
Pihak DPUPR memproyeksikan bahwa seluruh proses pembangunan ini akan memakan waktu sekitar 180 hari kalender. Selama masa konstruksi berlangsung, masyarakat pengguna jalan diimbau untuk bersabar dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area proyek.
“Kami mohon dukungan dari warga masyarakat Kabupaten Batang supaya pekerjaan ini berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun,” pungkas Endro menaruh harapan agar target penyelesaian pada November 2026 dapat terealisasi tanpa kendala. (fel)
