RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah terus melakukan terobosan guna meningkatkan literasi masyarakat maritim. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah program “Kapal Pintar” atau perpustakaan terapung yang bersandar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan pada Rabu (13/5/2026).
Pemandangan berbeda terlihat di area pelabuhan saat Kapal Polisi IX-1015, yang biasanya berpatroli mengamankan wilayah perairan, disulap menjadi ruang literasi inklusif. Langkah ini merupakan bentuk pendekatan humanis kepolisian guna membuka akses pengetahuan bagi masyarakat nelayan yang sebagian besar waktunya dihabiskan di tengah laut.
Komandan Kapal Polisi IX-1015 Ditpolairud Polda Jateng, Aipda Wahyoe Tri Pamungkas, menjelaskan bahwa inovasi tersebut didasari oleh realitas bahwa fokus utama nelayan adalah aktivitas ekonomi melaut, sehingga akses terhadap informasi modern kerap kali terbatas.
Baca Juga:Awas PMK! Dinperpa Pekalongan Perketat Pengawasan Hewan Kurban 2026, Pedagang Wajib Punya Surat IniPria Batang Aniaya Mantan Istri Pakai Pecahan Botol, Pelaku Diringkus di Cikarang Kurang dari 24 Jam
“Melalui kapal pintar ini, kami ingin mendekatkan literasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Kami berharap mereka bisa mendapatkan tambahan wawasan, baik terkait teknologi, budaya, pengetahuan umum, maupun nilai-nilai keagamaan,” tutur Wahyoe.
Koleksi Buku dan Edukasi Keselamatan Pelayaran
Kehadiran Kapal Pintar mendapat antusiasme yang positif dari masyarakat pesisir. Tidak hanya nelayan dewasa, anak-anak di sekitar pelabuhan juga turut memanfaatkan fasilitas bacaan tersebut di sela-sela aktivitas orang tua mereka.
Wahyoe menyebut, kapal tersebut membawa lebih dari 50 judul buku dengan genre yang beragam, mulai dari buku teknologi, keterampilan, pendidikan, budaya, hingga literatur keagamaan.
“Selain menghadirkan sarana bacaan, personel Polairud juga aktif berinteraksi dengan masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan pelayaran, kepatuhan hukum di wilayah perairan, serta pentingnya mengikuti perkembangan informasi dan teknologi di era modern,” terangnya.
Komitmen Hapus Kesenjangan Literasi
Dalam implementasinya, operasional perpustakaan terapung ini tidak lepas dari tantangan alam. Wahyoe mengakui bahwa cuaca buruk kerap membuat intensitas warga di pelabuhan menurun, yang berimbas pada sepinya angka kunjungan ke kapal.
Kendati demikian, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus menjalankan program edukasi ini secara bertahap di berbagai titik pesisir Jawa Tengah. Polairud menegaskan posisinya tidak sekadar sebagai penegak hukum, melainkan juga pengayom yang peduli pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
