Lolipop Huruf: Inovasi Kreatif SDN Kraton Kidul Pekalongan Dongkrak Minat Baca Siswa

Lolipop Huruf: Inovasi Kreatif SDN Kraton Kidul Pekalongan Dongkrak Minat Baca Siswa
MALEKHA PRAKTIK - Keseruan siswa saat mempraktikkan alat peraga lolipop dalam kegiatan belajar menahan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Memasuki tahun ajaran baru, persoalan literasi dasar pada anak usia sekolah dasar (SD) menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Menyikapi keberagaman latar belakang siswa, SD Negeri Kraton Kidul, Kota Pekalongan, menginisiasi sebuah metode pembelajaran non-digital yang kreatif bertajuk “Lolipop Huruf” guna mendongkrak minat baca pada siswa kelas rendah.

Secara teknis, inovasi ini menggunakan alat peraga edukatif yang dirancang menyerupai permen lolipop beraneka warna. Alat peraga yang memuat huruf dan angka tersebut kemudian ditancapkan pada media styrofoam agar divisualisasikan dengan jelas oleh seluruh siswa di ruang kelas. Melalui media ini, siswa kelas 1 hingga 3 dilatih untuk mengenal abjad, merangkai suku kata, hingga menyusun kalimat utuh.

Inovator sekaligus guru SDN Kraton Kidul, Tutik Maisaroh, S.Pd., memaparkan bahwa pemilihan desain permen lolipop diadaptasi dari pendekatan psikologi anak. Menurutnya, anak-anak secara natural memiliki kecenderungan menyukai makanan manis, sehingga visualisasi ini diharapkan mampu menciptakan iklim belajar yang inklusif dan menyenangkan.

Baca Juga:Awas PMK! Dinperpa Pekalongan Perketat Pengawasan Hewan Kurban 2026, Pedagang Wajib Punya Surat IniPria Batang Aniaya Mantan Istri Pakai Pecahan Botol, Pelaku Diringkus di Cikarang Kurang dari 24 Jam

“Anak-anak biasanya sangat suka yang manis-manis. Jadi, kami memberikan kesan kepada mereka bahwa permen lolipop itu enak dan manis, begitu juga dengan belajar. Kami mengambil bentuk permen lolipop ini sebagai alat peraga agar siswa memiliki kesan manis dan menyenangkan saat belajar,” jelas Tuti Maesaroh saat diwawancarai di ruang kelas.

Efektivitas Daya Ingat dan Antusiasme Siswa

Dalam implementasinya, Tuti menegaskan bahwa metode konvensional berbasis visual ini terbukti ampuh dalam memecah kebosanan di kelas. Metode Lolipop Huruf diklaim mampu meningkatkan fokus, daya ingat, serta partisipasi aktif siswa selama sesi kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Tingkat keefektifannya sangat tinggi. Anak-anak menjadi lebih tertarik dengan alat peraga ini dan jadi mudah mengingat huruf. Bahkan, mereka sangat antusias dan sampai berebut untuk maju ke depan kelas. Metode ini jauh lebih efektif dan sudah kami kenalkan sejak awal tahun ajaran baru ini,” paparnya.

Melalui pendekatan inovatif ini, pihak sekolah menargetkan terbentuknya fondasi literasi yang kuat bagi para siswa sejak dini. Iklim akademik yang interaktif diyakini mampu membangun kebiasaan membaca tanpa adanya tekanan atau paksaan bagi anak.

0 Komentar