Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa struktur implementasi Kencan Bumil bertumpu pada tiga fokus operasional utama, yakni penjangkauan ibu hamil secara aktif, edukasi preventif kesehatan, serta pendampingan komprehensif pascapersalinan.
“Melalui program tersebut, kader PKK, Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan berkolaborasi melakukan pendampingan intensif kepada ibu hamil mulai dari fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga nifas,” kata Nawal Arafah Yasin menjelaskan skema kerja kader di lapangan.
Digitalisasi Data Melalui Aplikasi SIM PKK
Di sisi lain, peluncuran SIM PKK menjadi penanda transformasi digital tata kelola kelembagaan PKK Jawa Tengah dalam merespons perkembangan teknologi informasi. Sistem manajemen berbasis komputasi awan ini diproyeksikan mampu mengintegrasikan basis data program kerja serta pelaporan kinerja kader secara lebih riil, efektif, dan akuntabel.
Baca Juga:Target Eliminasi 2030, Dinkes Batang Temukan 451 Kasus TBC dan Gencarkan Skrining Jemput BolaBerawal dari Penemuan Bayi di Ringinarum, Polres Kendal Tangkap Ayah yang Tega Setubuhi Anak Kandung
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut memberikan penguatan terhadap inovasi manajerial yang diinisiasi oleh TP PKK tersebut. Menurut Taj Yasin, faktor edukasi dan validitas data merupakan pilar determinan dalam intervensi penurunan stunting di tingkat hulu.
Melalui optimalisasi program Kencan Bumil, struktur masyarakat diharapkan dapat lebih akomodatif dalam mendeteksi dan menanggulangi potensi stunting sejak masa kehamilan demi mewujudkan ketahanan generasi masa depan yang sehat dan unggul. (nul)
