RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kasus kejahatan pencurian dengan pemberatan menyasar hunian pejabat publik di wilayah hukum Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rumah tinggal milik Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, yang berlokasi di kawasan Perumahan Green House, Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, dilaporkan telah disatroni komplotan maling.
Aksi pembobolan yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB tersebut mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar. Terduga pelaku berhasil menggasak dua unit sepeda premium serta satu buah helm pelindung kepala yang sebelumnya diparkir di perimeter teras rumah korban.
Berdasarkan draf dokumentasi rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), sindikat pencuri tersebut diindikasikan berjumlah tiga orang. Para pelaku terpantau memobilisasi aksinya menggunakan satu unit kendaraan roda empat berwarna putih yang merapat ke kediaman korban sekitar pukul 01.02 WIB. Seluruh pelaku memakai jaket bertudung (hoodie) hitam lengkap dengan masker penutup wajah untuk mengaburkan identitas fisik mereka.
Baca Juga:Lampaui Korban Covid-19, Wagub Taj Yasin Ungkap Tingginya Angka Kematian TBC dan Luncurkan Program SpelingHasilkan 6 Program Inovasi, Lapas Pekalongan Resmi Lepas 27 Peserta Program Maganghub Batch 2
Modus Operandi Terorganisir Memanjat Pagar Tinggi
Dilihat dari analisis rekaman video, draf eksekusi pencurian ini dilakukan secara terorganisir dengan pembagian peran yang sistematis. Satu orang pelaku bertindak selaku eksekutor lapangan dengan memanjat barikade pagar untuk menjangkau barang buruan di area dalam.
Pelaku kedua memposisikan diri di atas pembatas besi guna memindahkan aset, sementara pelaku ketiga bersiap di area luar untuk memasukkan barang bukti ke dalam kabin mobil penjemput. Sebelum diangkut, komplotan ini sempat menyejajarkan barang curian tersebut di koridor luar pagar rumah korban.
“Betul mas, yang diambil dua sepeda sama satu helm,” ujar Pandu Rapriat Rogojati saat memberikan konfirmasi ilmiah terkait insiden kedaruratan tersebut, Kamis (28/5/2026).
Pandu memaparkan, draf kronologi kehilangan baru disadarinya pada pagi hari saat dirinya bersiap melakukan mobilisasi menuju kantor kedinasan. Pada fase awal, ia sempat memproyeksikan bahwa kendaraan roda dua non-motor tersebut dipindahkan oleh pihak keluarga ke lantai atas bangunan.
“Saya tanya anak saya, apa diletakkan di lantai dua, ternyata setelah dicek tidak ada. Terus cek CCTV itu baru tahu ternyata dimaling,” kata Pandu menguraikan draf pembuktian visual dari kamera keamanan domestiknya.
