Tangkal "Brain Rot" dan Kecanduan HP, Siswa SDM 1 Pekajangan Diajak Main Dolanan Tradisional

Tangkal \"Brain Rot\" dan Kecanduan HP, Siswa SDM 1 Pekajangan Diajak Main Dolanan Tradisional
MALEKHA. ANTUSIAS - Antusias para siswa saat melakukan permainan tradisional.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan SD Muhammadiyah 1 Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk merespons ancaman krisis digital pada anak usia sekolah.

Menyelaraskan tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, sekolah meluncurkan gerakan menghidupkan kembali permainan (dolanan) tradisional guna menekan angka kecanduan gawai (handphone) serta ancaman fenomena penurunan konsentrasi (brain rot).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi maraknya paparan konten media sosial berdurasi pendek secara berlebihan pada anak-anak yang berpotensi menurunkan daya fokus dan interaksi sosial.

Baca Juga:80 Persen UMKM Kuliner Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Kendal Pacu Penguatan Ekosistem Produk LokalBertaruh Nyawa di Jalanan, Relawan Pengatur Lalu Lintas Weleri Diupayakan Dapat BPJS oleh PDM Kendal

Melalui dolanan tradisional, pihak sekolah berupaya mengembalikan hak bermain anak di dunia nyata secara fisik dan motorik, bukan lagi di balik layar digital.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Pekajangan, Eko Prajayanto, S.Th.I., menegaskan pentingnya menghadirkan lingkungan bermain yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum nyata untuk melindungi masa depan anak-anak kita dari bahaya kecanduan HP dan brain rot. Kami ingin anak-anak mempraktikkan dolanan tradisional ini di lingkungan rumah tempat mereka tinggal,” ujar Eko, Jumat (24/7/2026).

Eko menambahkan, lewat dolanan tradisional, siswa tidak hanya dialihkan dari layar gawai, tetapi juga dilatih kembali daya konsentrasi, kebugaran fisik, dan kemampuan bersosialisasi secara langsung dengan sesama teman.

Pihak sekolah berharap gerakan ini didukung penuh oleh para orang tua di rumah agar tercipta sinergi kuat dalam melahirkan generasi muda yang cerdas secara mental, sehat fisik, dan tetap mengakar pada budaya lokal. (mal)

0 Komentar