PETASOL TPS3R Margorejo Ubah 50 Kg Sampah Plastik Jadi 50 Liter Solar per Hari

PETASOL TPS3R Margorejo Ubah 50 Kg Sampah Plastik Jadi 50 Liter Solar per Hari
ABDUL GHOFUR, PETASOL - Sejumlah jeriken berisi bahan bakar hasil inovasi PETASOL (Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Solar) yang dikembangkan TPS3R Desa Margorejo, Rabu (24/6/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Upaya pengelolaan sampah berbasis inovasi terus berkembang di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring. Melalui program PETASOL (Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Solar), Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Margorejo kini mampu mengubah sekitar 50 kilogram sampah plastik menjadi 50 liter bahan bakar setiap hari.

Ketua Tim Pengelola Sampah Desa Margorejo, Pratiknyo, mengatakan program tersebut menjadi solusi ganda dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bernilai ekonomi.

“Sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan diolah melalui teknologi tertentu hingga menghasilkan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang di PekalonganGandeng Kodim, PPG FKIP Unikal Wajibkan Diklat Bela Negara bagi Calon Guru

Solusi Cerdas Ubah Limbah Jadi Energi

Pratiknyo menyebutkan, inovasi PETASOL lahir dari keinginan untuk mengurangi volume sampah yang terus meningkat sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sampah plastik tidak harus berakhir menjadi masalah lingkungan. Melalui PETASOL, sampah dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Menurutnya, keberhasilan pengembangan program tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. TPS3R Desa Margorejo memperoleh bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat sarana pengolahan, serta memperluas manfaat program bagi warga sekitar.

“Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan inovasi yang telah berjalan dan membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah di tingkat desa,” imbuhnya.

Dorong Kemandirian dan Ekonomi Desa

Kepala Desa Margorejo, Suyoto, mengatakan pengelolaan sampah melalui PETASOL memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.

“PETASOL juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat menciptakan nilai tambah ekonomi. Dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku energi, desa tidak hanya mengurangi timbunan sampah tetapi juga mendorong kemandirian dalam pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya.

Baca Juga:Imbas Pemadaman Listrik, SPMB di Batang Terganggu di Tengah Masa KrusialCetak Guru Hebat dan Inspiratif, SD Muhammadiyah Kajen Gelar Recharging

Ia menegaskan, desanya telah mampu membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber energi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

0 Komentar