Gelar Konfercab XII, Muslimat NU Kota Pekalongan Fokus Tangani Stunting dan Pilih Ketua Baru

Gelar Konfercab XII, Muslimat NU Kota Pekalongan Fokus Tangani Stunting dan Pilih Ketua Baru
WAHYU HIDAYAT KONFERCAB – PC Muslimat NU Kota Pekalongan menggelar Konfercab XII di Gedung Muslimat NU setempat, Sabtu (9/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pekalongan secara resmi menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) XII di Gedung Muslimat NU Kota Pekalongan, Sabtu (9/5/2026).

Agenda musyawarah tertinggi di tingkat cabang ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan periode lalu, merumuskan kerangka kerja lima tahun ke depan, sekaligus memilih ketua dan susunan pengurus baru untuk masa khidmat 2026–2031.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafiedz, M.Ag., Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan Dr. K.H. Hasan Suaidi, M.Si., Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan Dr. K.H. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si., serta Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balgis Diab.

Baca Juga:Bantah Isu Beli Mobil Listrik, Bupati Batang Faiz Kurniawan: Cuma Uji Coba dan Sewakan Lahan SPKLUTerjegal Status Aset, Rencana Revitalisasi Taman Kalireyeng Kendal Mandek pada 2026

Ketua PC Muslimat NU Kota Pekalongan periode sebelumnya, Hj. Nur Hikmah, M.Pd.I., menjelaskan bahwa forum Konfercab ini berfokus pada laporan pertanggungjawaban transisi kepemimpinan dan perumusan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

“Agenda utamanya adalah menyampaikan laporan pertanggungjawaban pimpinan cabang selama lima tahun, kemudian menyampaikan program-program untuk lima tahun ke depan, rekomendasi kepada pemerintah dan dinas terkait, serta pemilihan ketua untuk periode berikutnya,” ungkap Nur Hikmah di sela-sela kegiatan.

Fokus Isu Stunting, Lingkungan, hingga Paralegal

Selama kurun waktu lima tahun terakhir, PC Muslimat NU Kota Pekalongan mencatat sejumlah keberhasilan program lintas sektor. Salah satu terobosan yang patut diapresiasi adalah optimalisasi di bidang hukum dan advokasi melalui pembentukan paralegal.

“Dulu belum ada program paralegal, sekarang dari PP Muslimat NU ada program tersebut. Alhamdulillah, Kota Pekalongan ada 21 peserta yang lolos uji kompetensi paralegal,” tuturnya.

Menatap lima tahun ke depan, organisasi perempuan berbendera Nahdlatul Ulama ini telah membidik sejumlah isu krusial. Selain memperkuat fundamental sektor pendidikan dan keagamaan, mereka bersiap turun tangan langsung dalam isu kesehatan keluarga dan ekologi.

“Ke depan selain pendidikan dan keagamaan, kami juga fokus pada kesehatan lansia, ikut menjadi garda terdepan penanganan stunting, dan penguatan program lingkungan hidup melalui MUSTIKA DALING (edukasi pengelolaan sampah di tingkat ranting),” tambah Nur Hikmah memaparkan proyeksi strategisnya.

0 Komentar